Hanya Dua Direktur, PD 14 Sumut Soroti Tantangan Berat Bank Sumut di 2026


BINJAILANGKATTODAY.COM, MEDAN | Kondisi struktur Direksi PT Bank Sumut (Perseroda) yang belum lengkap sampai berita ini diterbitkan, telah menjadi perhatian Perkumpulan Masyarakat Demokrasi 14 Sumatera Utara (PD 14 Sumut).

Menurut Ketua PD 14 Sumut, Muhri Fauzi Hafiz, kondisi tersebut perlu segera mendapat perhatian serius, karena Bank Sumut memiliki posisi strategis sebagai bank pembangunan daerah.

“Di tahun 2026 ini, Bank Sumut menghadapi tantangan yang berat. Situasi geopolitik dunia yang mempengaruhi ekonomi nasional, juga soal hanya ada Dirut dan Direktur IT. Maka itu, terkadang sebagai masyarakat dan nasabah Bank Sumut, kita heran dan bingung mengapa OJK RI, yang dianggap sebagai lembaga paling kredibel untuk menjaga tumbuh dan berkembangnya perbankan di tanah air, seakan-akan tidak peduli dengan Bank Sumut sebagai BPD. Bahkan terasa seperti diposisikan sebagai kelompok nomor dua yang harus dilayani,” tegas Muhri Fauzi Hafiz kepada Wartawan di Medan, Kamis (20/8) siang.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya kekosongan sejumlah posisi strategis dalam jajaran direksi Bank Sumut. Sebab, diketahui Pemprov Sumatera Utara pada April 2026 secara resmi membuka seleksi untuk mengisi tiga jabatan, yakni Direktur Keuangan, Direktur Kepatuhan, serta Direktur Bisnis dan Syariah, dan informasi yang berkembang masing-masing nama hasil seleksi sudah disampaikan ke pihak OJK RI di Jakarta.

Melalui keterangannya, Muhri Fauzi Hafiz menegaskan persoalan kelengkapan manajemen Bank Sumut, tidak semata-mata berkaitan dengan kepentingan internal perusahaan, tetapi juga menyangkut kepentingan masyarakat luas.

“Di Bank Sumut atau BPD-BPD itu ada puluhan bahkan ratusan miliar uang APBD yang sejatinya dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat melalui kegiatan pembangunan di daerah,” ujarnya.

Muhri berharap proses pengisian direksi dilakukan secara cepat, transparan dan profesional dengan tetap mengikuti ketentuan serta mekanisme penilaian OJK. Menurutnya, Bank Sumut harus mendapatkan perhatian dan perlakuan yang setara sebagai bagian penting dari Industri Perbankan Nasional.

“Jangan sampai kekosongan jabatan strategis justru menghambat Bank Sumut dalam mengambil langkah bisnis, memperkuat pelayanan kepada nasabah dan menjalankan fungsinya sebagai motor penggerak ekonomi Sumatera Utara,” pungkas Muhri. (RED)

Posting Komentar

0 Komentar