
Kepala Puskesmas (Kapus) Binjai Kota, dr. Arlina M.Kes
BINJAILANGKATTODAY.COM/Binjai
Bagi sebagian orang, sebuah pesan WhatsApp mungkin terlihat sederhana. Namun bagi warga yang menerimanya, pesan tersebut bisa menjadi tanda bahwa masih ada yang peduli, memperhatikan, dan siap membantu ketika kesehatan menjadi persoalan.
Hal itu ditunjukkan Kepala Puskesmas (Kapus) Binjai Kota, dr. Arlina M.Kes yang bersama jajaran Puskesmas Binjai Kota terus membangun kedekatan dengan masyarakat, khususnya dalam memastikan kondisi kesehatan warga di Kecamatan Binjai Kota.
Pada Jumat (28/8/2026), sejumlah warga menerima pesan dari petugas Puskesmas Binjai Kota yang menanyakan kabar mereka dan keluarga.
“Bagaimana kabar Bapak/Ibu sekeluarga? Kalau ada masalah kesehatan kami siap membantu. Kami tunggu kunjungan Bapak/Ibu di Puskesmas Binjai Kota,” demikian pesan tersebut.
Kalimatnya singkat. Namun di balik pesan itu tersimpan sebuah perhatian: memastikan warga tidak menghadapi persoalan kesehatan seorang diri.
Kepedulian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya sebatas menunggu masyarakat datang ketika sudah sakit. Lebih dari itu, pelayanan juga dibangun melalui komunikasi, perhatian, dan kehadiran yang membuat masyarakat merasa dekat dengan tenaga kesehatan.
Kapus Binjai Kota, Arlina, juga mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan berbagai keluhan kesehatan yang dirasakan. Jika membutuhkan pemeriksaan maupun pengobatan, warga diharapkan segera mendatangi Puskesmas Binjai Kota agar dapat memperoleh penanganan dan pelayanan kesehatan.
Jajaran Puskesmas Binjai Kota pun berkomitmen memberikan pelayanan dengan ramah, tulus, dan sepenuh hati.
“Sebab bagi tenaga kesehatan, kesehatan masyarakat bukan sekadar tugas, melainkan sebuah bentuk pengabdian,” ujarnya.
Perhatian tersebut mendapat apresiasi dari warga
Salah seorang warga Kelurahan Kartini, Zahariah (40), mengaku terkesan ketika menerima pesan WhatsApp dari pihak Puskesmas Binjai Kota.
Menurutnya, kepedulian seperti itu sangat berarti bagi masyarakat. Sebab, dalam kondisi tertentu, warga terkadang merasa bingung ketika ada anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan.
Dengan adanya komunikasi langsung dari pihak Puskesmas, kata Zahariah, masyarakat menjadi lebih tenang, sekaligus tidak lagi merasa sungkan atau ragu untuk datang memeriksakan kesehatan maupun mendapatkan pengobatan.
“Terima kasih atas perhatiannya. Mudah-mudahan menjadi amal ibadah dan menjadi contoh untuk dokter-dokter yang lainnya,” ungkap Zahariah.
Apa yang dilakukan Puskesmas Binjai Kota menjadi pengingat bahwa membangun kesehatan masyarakat bukan hanya tentang obat dan pemeriksaan. Ada kepedulian, komunikasi, dan rasa kemanusiaan yang juga menjadi bagian penting dalam sebuah pelayanan.
Karena terkadang, satu pesan sederhana bertuliskan “bagaimana kabarnya?” mampu membuat seseorang merasa diperhatikan.
Dan dari perhatian kecil itulah, tumbuh kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Puskesmas Binjai Kota tidak hanya hadir ketika warga sakit, tetapi berupaya hadir untuk memastikan warganya tetap sehat. (Red)

0 Komentar