Wamenag : Maknai Muharram 1448 Hijriah Dengan Muhasabah, Hijrah dan Tajdid


BINJAILANGKATTODAY.COM
, MEDAN | Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. H. Romo H.R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., 
mengajak seluruh Umat Islam, khususnya di Sumatera Utara untuk memaknai peringatan Tahun Baru Islam Muharram 1448 Hijriah Tahun ini dalam tiga aspek yakni sebagai momentum muhasabah, momentum hijrah dan momentum tajdid.

"Muhasabah mengajarkan kita untuk mengevaluasi perjalanan yang telah kita lalui setahun yang lalu secara jujur dan objektif. Hijrah mengajarkan kita bahwa hasil muhasabah memberikan spirit untuk bergerak menuju pada kondisi yang lebih baik, dan Tajdid yang mengajarkan kita untuk terus melakukan pembaruan dan perbaikan apapun itu asal dalam kebebaran dan untuk perbaikan dan kemasalahatan umat," ujar Wamenag.

Hal tersebut disampaikan Beliau pada Gebyar Muharram yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara, pada Selasa (16/6) bertempat di Halaman MUI Provinsi Sumatera Utara.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara H. Ahmad Qosbi, S.Ag., M.M., turut hadir pada kegiatan ini dan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Gebyar Muharram ini dan Beliau berharap kegiatan ini menjadi salah satu siar Islam dan bermanfaat bagi masyarakat Sumatera Utara.

Pada kesempatan ini pula Wamenag menyampaikan hal hal terkait berbagai isu keumatan dan kebangsaan. Menurut Wamenag, suasana kehidupan umat Islam di masa Pemerintahan Presiden Prabowo lebih maju dan berkembang.

Ia menegaskan bahwa stigma terorisme yang sering ada ditengah umat Islam jangan sampai terjadi lagi. Menurut Beliau, Islam adalah agama yang membawa rahmat, perdamaian, dan kemaslahatan bagi umat, jadi tidak benar jika terus dikaitkan dengan kekerasan yang dilakukan oleh individu atau kelompok tertentu saja.

Lebih lanjut Wamenag menyampaikan apresiasi kepada MUI Provinsi Sumatera Utara yang telah sukses menyelenggarakan acara peringatan Tahun Baru Islam ini. Menurutnya kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik karena adanya dukungan dan partisipasi umat.

"Ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap MUI saat ini sangat tinggi sehingga harus kita jaga dengan sebaik-baiknya," katanya.

Beliau menegaskan bahwa MUI memiliki posisi strategis sebagai mitra umat dan Pemerintah. Karena itu, MUI harus terus menjalankan fungsi himayatul ummah (melindungi umat), menjadi shadiqul hukumah (mitra kritis dan konstruktif Pemerintah), sekaligus berperan dalam mendorong penguatan ekonomi umat.



Kegiatan Gebyar Muharram 1448 H ini merupakan momen siar Islam yang diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya, peluncuran kalender hijriah, lomba gerak jalan, lomba pidato, tabligh akbar, lomba Marhaban, Lomba cipta puisi dan bazar UMKM.

Ketua Panitia H. Muhammad Jamil, M.A., menyampaikan, sekitar 2000 orang hadir memadati halaman kantor MUI Provinsi Sumatera Utara untuk mengikuti acara ini.

"Acara ini bertujuan untuk menggelorakan semangat kebangkitan Islam di tengah-tengah masyarakat," ujarnya.

Hadir juga pada kegiatan ini Gubernur Sumatera Utara yang diwakili oleh Kepala Biro Kesra Pemerintah Abu Kosim, S.Sos, M.AP, Tokoh Masyarakat, Akademisi, dan berbagai elemen umat Islam. (RED)



Keterangan Foto : Peringatan Tahun Baru Islam Muharram 1448 Hijriah yang digelar MUI Sumatera Utara dihadiri oleh Wamenag RI H. Romo Muhammad Syafi'i. (Dok : ist)

Posting Komentar

0 Komentar