BINJAILANGKATTODAY.COM || Peristiwa naas menimpa seorang warga bernama Akbar (25) warga Pasar V Tanah Seribu, Kecamatan Binjai Selatan, yang bertugas memotong batang/ranting pohon di area lapangan merdeka Binjai, jatuh dari ketinggian sekitar 10 meter, Selasa (22/9) siang.
Menurut orangtua korban yang mengaku bernama Sugeng dan bersama sama bekerja dengan anaknya, saat itu korban sedang bertugas memotong dahan pohon yang berada di lapangan merdeka Binjai dengan menggunakan mesin Chainsaw.
Namun, saat batang itu akan jatuh, tiba tiba pangkal dahan menghantam korban, hingga korban terpental dan jatuh ke tanah.
"Saat itu anak saya sedang memotong cabang pohon. Namun tiba tiba ujung dahan tersebut mengenai anak saya, dan langsung terjatuh ketanah," ucap Sugeng saat ditemui di RSUD Djoelham Binjai, seraya mengatakan bahwa jarak antara anaknya jatuh dengan tanah sekitar 15 meter.
Disoal apakah anaknya merupakan anggota dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai, Sugeng pun mengatakan bahwa anaknya tidak lagi bekerja di Dinas yang dimaksud.
"Sudah sekitar 5 bulan resign dari DLH Binjai. Jadi saat ini kami hanya mengambil jasa saja. Tapi untuk kayunya memang kami buat kami," bebernya.
Sebagai orangtua, Sugeng pun berharap agar Pemerintah Kota Binjai dapat bertanggung jawab dengan memberikan pengobatan serta tali asih kepada keluarga korban.
"Kami berharap Pemko Binjai dapat membantu biaya pengobatan sampai anak saya sembuh sehingga dapat beraktifitas kembali seperti biasa," harap Sugeng.
Sementara itu, salah seorang ASN yang bertugas di Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai berinisial KB, tampak mendampingi korban dan keluarganya di RSUD Djoelham Binjai.
"Dulu pernah menjadi anggota si DLH. Tapi sekarang sudah tidak lagi karena dulu status outsourching, makanya sudah berhenti. Begitu pun pengerjaan di lapangan merdeka Binjai dalam pengawasan DLH," urainya.
Disinggung apakah para pekerja tidak menggunakan alat pengaman (safety) dilokasi kerja, KB pun mengatakan bahwa pekerja tidak merasa nyaman jika memakai safety (alat pengaman).
'Mereka mengaku tidak nyaman jika memakai safety," tegasnya.
Terpisah, Direktur RSUD Djoelham Binjai, drg. Doni Asrin, saat di konfirmasi awak media mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penanganan terhadap korban.
"Masih menunggu proses foto dan menunggu hasilnya. Kalau sanggup kita tangani, maka akan kita tangani segera. Tapi kalau tidak sanggup, akan kami rujuk ke rumah sakit Adam Malik, Medan," ungkapnya.
Pantauan awak media, korban didampingi keluarganya saat ini sedang menjalani perawatan di RSUD Djoelham Binjai. Beberapa luka tampak terlihat dibagian muka dan tangan. Diduga tangannya mengalami patah tulang. (RED)
Keterangan Foto : Korban yang jatuh dari pohon di Lapangan Merdeka saat sedang mendapatkan perawatan dari pihak medis RSUD DR. RM Djoelham Binjai. (Dok : ist)
0 Komentar