BINJAILANGKATTODAY.COM || Adu strategi dan konsentrasi mewarnai Turnamen Trup Gembira yang diadakan KORMI dan Karang Taruna (KOKATA) dalam rangka memperingati Hari Karang Taruna yang digelar di Warkop Kuphie-Kuphie, Jalan Medan Binjai KM 19 Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Minggu (27/9).
Kegiatan tersebut dimulai pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 24.00 WIB, pertandingan berlangsung dalam tempo kompetitif. Tim-tim peserta saling beradu strategi untuk mempertahankan permainan terbaik hingga babak akhir. Meski berlangsung sengit selama kurang lebih 15 jam, pertandingan tetap berjalan dalam suasana penuh sportivitas, persaudaraan dan kekeluargaan.
Turnamen ini bukan hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali permainan tradisional yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Sumatera Utara.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Pemerintah Kota Binjai. Mewakili Wali Kota Binjai, Asisten Administrasi Umum Setdako Binjai, Drs. Eka Edi Saputra, M.M., membuka secara resmi Turnamen Trup Gembira Se-Sumatera Utara.
Dalam sambutannya, Eka Edi Saputra menyampaikan bahwa permainan trup memiliki nilai lebih dari sekadar pertandingan. Di dalamnya terdapat unsur kebersamaan, komunikasi, persaudaraan dan kesetiakawanan sosial yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Wali Kota Binjai, Drs. H. Amir Hamzah, M.AP., juga hadir langsung menyaksikan jalannya pertandingan. Kehadiran orang nomor satu di Kota Binjai tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan olahraga tradisional sekaligus agenda silaturahmi pemuda dari berbagai daerah di Sumatera Utara.
Sejak babak awal, persaingan antartim berlangsung ketat. Para peserta dituntut menjaga konsentrasi sekaligus membaca strategi lawan. Dukungan penonton turut membuat atmosfer pertandingan semakin hidup.
Memasuki babak-babak penentuan, tensi pertandingan semakin meningkat. Namun, semangat kompetisi tetap berjalan beriringan dengan sportivitas. Para peserta menunjukkan bahwa persaingan dalam olahraga tradisional dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan.
Setelah melewati rangkaian pertandingan panjang hingga tengah malam, Fajar Fasya Belawan berhasil mengamankan posisi sebagai juara pertama. Berikut daftar peraih juara Turnamen Trup Gembira Se-Sumatera Utara:
1. Juara I: Fajar Fasya Belawan,
2. Juara II: Go Troup 5 Binjai,
3. Juara III: Cendol Labuhan A Medan,
4. Juara Harapan IV: Lancang Kuning Medan Bromo.
Ketua Komite Olah Raga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Binjai, Rudi Iskandar Baros, ST., MT., mengatakan turnamen tersebut menjadi bukti bahwa olahraga tradisional masih memiliki tempat di tengah masyarakat.
Rudi mengapresiasi antusiasme seluruh peserta yang mengikuti pertandingan sejak pagi hingga malam hari.
“Pertandingan hari ini luar biasa. Dari pukul 09.00 pagi sampai sekitar pukul 12 malam, teman-teman peserta tetap menunjukkan semangat yang tinggi. Persaingannya memang sengit, tetapi yang paling utama adalah sportivitas dan kebersamaan tetap terjaga,” ujar Rudi.
Menurut Rudi, permainan trup merupakan salah satu bentuk olahraga tradisional yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki nilai sosial dan budaya yang penting untuk dipertahankan.
“Kita ingin olahraga tradisional seperti trup ini tetap hidup dan terus berkembang. Jangan sampai generasi muda hanya mengenal olahraga modern, sementara permainan yang menjadi bagian dari budaya masyarakat kita justru semakin ditinggalkan,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat dan para peserta dari berbagai daerah di Sumatera Utara.
“Kita tidak hanya berbicara tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Yang lebih penting adalah bagaimana melalui olahraga tradisional ini kita bisa mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan dan menjaga budaya lokal kita,” ungkapnya.
Rudi juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh tim yang berhasil meraih posisi terbaik serta apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menjaga jalannya pertandingan dengan sportif.
“Selamat kepada para juara. Bagi tim yang belum berhasil menjadi juara, jangan berkecil hati. Semua peserta telah memberikan yang terbaik. Mudah-mudahan turnamen seperti ini bisa terus kita laksanakan dan semakin besar ke depannya,” tuturnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Karang Taruna Kota Binjai M. Fariz Al Hafiz, Kepala Dinas Kominfo Kota Binjai Muhamad Ikhsan Siregar, S.H., M.H., Kadipora Binjai Iwan Setiawan SE, Sekjen KONI Kota Binjai Zulhamdi, Plt. Camat Binjai Kota Juanda Sukma, S.T., M.Tr.AP., unsur Forkopimda, jajaran pengurus Karang Taruna, dan para peserta dari berbagai wilayah di Sumatera Utara.
Turnamen Trup Gembira Se-Sumatera Utara yang diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai daerah ini menjadi gambaran bahwa olahraga tradisional dapat menjadi ruang pertemuan masyarakat, pemuda dan komunitas untuk berkompetisi sekaligus menjaga tali silaturahmi.
Dengan semangat sportivitas, kebersamaan dan pelestarian budaya lokal, permainan trup diharapkan terus mendapat ruang dan perhatian sehingga tetap menjadi bagian dari kekayaan olahraga tradisional Sumatera Utara. (RED)
Keterangan Foto : Turnamen Trop Gembira Se-Sumatera Utara dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Karang Taruna ke-66 yang berlangsung di Warkop Kuphie-Kuphie, Jalan Medan Binjai KM 19 Kecamatan Binjai Timur. (Dok : ist)
0 Komentar