Dari Sumut ke Pulau Pinang, Koperasi Yakusa Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional


BINJAILANGKATTODAY/PULAU PINANG

Langkah nyata membawa produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Sumatera Utara ke pasar internasional mulai ditunjukkan Koperasi Pemasaran Serba Usaha Yakin Usaha Sampai (KSU Yakusa).

Koperasi binaan Bidang UMKM dan Koperasi Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sumatera Utara itu membawa sejumlah produk UMKM binaannya ke Expo Perda yang digelar 2–4 Oktober 2026 di Mild Town, Pulau Pinang, Malaysia.

Keikutsertaan tersebut bukan sekadar ajang promosi produk. Lebih jauh, langkah Yakusa menjadi bagian dari upaya membuka akses pasar dan jejaring bisnis bagi UMKM Sumut agar mampu bersaing di kawasan regional Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT-GT).

Situasi dan suasana Expo perda di pulau penang Malaysia, Jumat 02 Oktober 2026

Momentum tersebut sekaligus dinilai sejalan dengan visi penguatan ekonomi kawasan yang digaungkan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dalam forum IMT-GT ke-32 di Medan.

Ketua Bidang UMKM dan Koperasi MW KAHMI Sumut, Serasi Malem Sitepu, yang turut mendampingi rombongan Koperasi Yakusa di Pulau Pinang, mengatakan koperasi dan UMKM harus berani keluar dari pasar lokal.

Menurutnya, gagasan integrasi rantai nilai dan penguatan konektivitas logistik yang didorong dalam forum IMT-GT harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata oleh pelaku usaha.

Situasi dan suasana Expo perda di pulau penang Malaysia, Sabtu, 03 Oktober 2026

"Apa yang didorong Pak Gubernur Bobby di IMT-GT tentang integrasi rantai nilai dan konektivitas logistik, itulah yang sedang dijalankan Koperasi Yakusa. Kita buktikan bahwa koperasi dan UMKM bisa jadi pemain utama dalam penguatan ekonomi kawasan, bukan hanya penonton," ujar Serasi, Senin (5/10/2026).

Serasi juga menyampaikan apresiasi kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Pulau Pinang yang telah memberikan sambutan kepada perwakilan UMKM asal Indonesia.

Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Konjen RI di Pulau Pinang, Wanton Saragih, atas dukungan dan sambutan terhadap rombongan UMKM Sumut.

"Sambutan beliau menjadi penyemangat bagi pelaku UMKM Sumut untuk berani bersaing di pasar Malaysia," katanya.

Menurut Serasi, kehadiran perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri juga menunjukkan bahwa pelaku UMKM tidak berjalan sendirian ketika hendak memperluas pasar ke tingkat internasional.

Ia berharap momentum tersebut dapat membuka jejaring kemitraan baru, terutama dalam pemasaran produk halal, ekonomi kreatif serta pengembangan koperasi berbasis digital.

Sementara itu, Ketua Koperasi Yakusa, Edowati Istanti, mengatakan keikutsertaan dalam Expo Perda merupakan bagian dari komitmen koperasi untuk membawa UMKM Sumut naik kelas.

Perempuan yang akrab disapa Edo itu menyampaikan terima kasih kepada Presidium dan jajaran pengurus KAHMI Sumut yang telah mendukung kelancaran kegiatan tersebut.

Apresiasi juga disampaikan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut yang dinilai menjadi mitra strategis dalam mendorong UMKM Sumut memperluas pasar.

"Kami ingin momentum Sumut sebagai tuan rumah IMT-GT ke-32 tidak hanya berhenti di forum. Harus ada tindak lanjut nyata di lapangan. Expo Perda di Pulau Pinang ini kami jadikan platform untuk mengenalkan model koperasi modern dan produk UMKM Sumut yang siap ekspor," tegas Edowati.

Menurutnya, pasar Malaysia dan kawasan IMT-GT bukan sekadar tujuan penjualan, tetapi juga pintu masuk bagi UMKM Sumut untuk membangun jaringan usaha yang lebih luas.

Melalui keikutsertaan tersebut, Koperasi Yakusa berharap terbuka peluang kolaborasi dengan pelaku usaha Malaysia dan Thailand. Langkah itu sekaligus diharapkan menjadi pemantik bagi koperasi dan UMKM lainnya di Sumatera Utara untuk tidak takut melangkah ke pasar internasional.

Adapun delegasi KAHMI dan Koperasi Yakusa yang turut dalam kegiatan tersebut di antaranya Jamilah Al-Banjari, Iis Soleha, Rini Nazara dan Sri Ratna Lubis.(Blt1)

Posting Komentar

0 Komentar