Satuone Coffee Bantah Dugaan Miras, LGBT, Ganggu Lalu Lintas dan Ibadah, Kuasa Hukum: Itu Tidak Benar


BINJAILANGKATTODAY.COM || Kegiatan Event Fashion Show Halloween yang di gelar Satuone Coffee untuk pengembaangan kreaktifitas pemuda Kota Binjai yang dilaksanakan pada 30 Oktober 2026 lalu, di Jalan Ikan Kakap, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, menuai sorotan.

Sebelumnya beredar di Media sosial dan beberapa flatform berita yang menyebutkan bahwa Satuone Coffee yang berdekatan dengan Masjid AR - Rahman diduga tidak memiliki izin resmi, dugaan pesta miras, dugaan pesta LGBT, dan diduga tidak memiliki izin keramaian.

Setelah di lakukan penelusuran dan konfirmasi langsung pada Selasa, 2 November 2026, terungkap fakta bahwa kegiatan tersebut telah mengantongi izin keramaian resmi dari Pemerintahan Kelurahan Tanah Tinggi yang berlaku pada saat kegiatan acara berlangsung. Hal ini membantah anggapan sebagian pihak yang menyebut kegiatan tersebut tidak memiliki izin.

Manager Satuone Coffee, Yoga ketika dikonfirmasi menegaskan bahwa isu tersebut tidaklah benar. "Soal izin usaha Cafe, Izin keramaian dan Izin lalu lintas sudah kita miliki, sesuai dengan aturan Pemerintahan, dan untuk kegiatan event Fashion Show Hallowen pelaksanaannya hanya 1 Tahun satu kali," ucap Yoga.

Terkait berita yang beredar dengan adanya menu minuman keras dan terganggunya kenyamanan pada waktu pelaksanaan ibadah masyarakat sekitar, dengan sangat tegas Manajer Satuone Coffee menyebutkan itu sangat tidak benar.

"Menu minuman keras itu tidak ada sama sekali kita jual disini, dan saya sebagai Manajer tahu persis bahwa minuman keras itu dilarang oleh hukum dan agama Islam. Soal terganggunya pelaksanaan ibadah di Masjid, itu juga sangat tidak benar, karena kita mulai acaranya pada pukul 20.30 WIB, dan dengan menggunakan volume musik yang rendah," jelas Yoga.

Fakta ini juga menjadi bukti kuat bahwa Satuone Coffee dalam menggelar kegiatan selalu memperhatikan kenyamanan lingkuangn sekitar dan menjunjung tinggal nilai-nilai toleransi antar Masyarakat.

Kemudian, Kepala Lingkungan (Kepling) 2, Sahrudin, didampingi Warga sekitar Satuone Coffee, mengatakan bahwa event fashion show bertemakan Halloween sudah memiliki izin dari Lurah Tanah Tinggi, dan pihak Cafe juga sudah izin kepada saya selaku Kepling.

"Dengan adanya Kegiatan ini, Ia merasa senang dan banga karna acara Fashion Show Hallwoeen ini melibatkan Pemuda sekitar, seperti menjaga parkir dan menjaga keamanan acara di Cafe Satuone," ujarnya, Selasa (2/11) siang.

Untuk diketahui, Dinas Pariwisata Kota Binjai melakukan kunjungan ke Satuone Coffee karena adanya pemberitaan miring yang beredar. Pihak Dinas Pariwisata melaksanakan Monitoring  serta pembinaan terkait operasional Satuone Coffee Kota Binjai kedepannya bagaimana agar lebih baik.

Nah, pada hari ini Jum'at (6/11) pihak Manajemen Satuone Coffee memenuhi undangan dari Dinas Satpol-PP kota Binjai untuk memberikan klarifikasi, keterangan, serta menunjukkan segala bentuk surat izin Cafe.

Karena seyogyanya kegiatan yang semulanya dijadikan untuk tempat mengekpresikan diri, dituding dengan hal-hal yang negatif melalui berita yang beredar.

"Kedatangan kami ke Satpol PP Kota Binjai hari ini dalam rangka undangan terkait berita yang beredar di cafe kita yaitu Satuone Coffee, pada saat kegiatan bertema Halloween pada tanggal 30 Oktober 2026 lalu," ujar Edi Perwira Ginting, SH., MH., selalu Kuasa Hukum Satuone Coffee didampingi Manager Satuone Coffee, Yoga.

Kami dari pihak Satuone Coffee sudah dimintai keterangan oleh Satpol PP Kota Binjai, tentang klarifikasi kegiatan tersebut. Beredar di pemberitaan bahwa Cafe kita dituduh menggelar pesta seks, LGBT, dan minuman keras. 

"Itu semua tidak benar. Karena fakta yang sebenarnya pada tanggal 30 Oktober 2026 kemarin, manajemen Satuone Coffee membuat event Fashion Show dengan tema Halloween. Nah, karena pengunjung rata-rata Gen Z, jadi manajemen membuat ruang untuk mengekspresikan dan kreatifitas anak-anak muda. Dan rata-rata peserta juga konten kreator, jadi kita kasih ruang untuk berekspresi," kata Edi.

Lebih lanjut, jika bicara soal izin usaha, Edi menegaskan Satuone Coffee sudah mengantongi. Bahkan izin keramaian saat kegiatan berlangsung sudah dipegang oleh Manajemen Cafe.

"Kalau masalah parkir, itu juga sudah ada yang mengatur. Dan soal minuman keras, manajemen tidak ada menjual minuman keras," tegas Edi.

Seperti yang dituduhkan, sambung Edi, katanya pengunjung yang datang membawa dan mengkonsumsi minuman keras, itu tidak benar sudah dipastikan oleh panitia kegiatan.

"Kami berharap khususnya bagi masyarakat Kota Binjai, harus bisa menyaring berita yang beredar, agar tidak diterima mentah-mentah. Dan langkah yang diambil Manajemen kedepan, untuk media yang tidak melakukan upaya konfirmasi ke Satuone Coffee, akan dilakukan somasi," tegas Edi.

Dan apabila ada orang-orang yang sengaja memperluas masalah ini, Edi akan mempertimbangkan untuk mengambil angkah hukum.

"Sebenarnya itu jalan terakhir yang kami ambil. Kita juga berharap, sebagai warga Kota Binjai memegang teguh kenyamanan dan keamanan untuk berusaha. Perlu kita garis bawahi, Satuone Coffee ini UMKM yang menampung pekerja, khususnya anak-anak muda kota Binjai," pungkas Edi.

Dilokasi yang sama, Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Kota Binjai, Luber Simamora SH., MH., menjelaskan, Manajemen Satuone Coffee saat dimintai keterangan sangat kooperatif.

"Sesuai dengan yang kita minta, dari mulai persyaratan dan izin-izinnya, ditunjuki mereka dan semuanya lengkap," ujarnya.

Kabid L. Simamora pun membenarkan pada saat kegiatan berlangsung, Manajemen sudah memiliki izin keramaian.

"Harapan kita kedepannya, pengusaha harus kooperatif, dengan menjaga ketertiban umum. Dan mengingat disekitar lokasi ada rumah ibadah (Masjid), itu harus menjadi perhatian," tutupnya. (RED)

Keterangan Foto : Kuasa Hukum Satuone Coffee, Edi Perwira Ginting, didampingi Manager Satuone Coffee, Yoga, saat menghadiri undangan klarifikasi dari Kantor Satpol-PP kota Binjai. (dok : ist)

Posting Komentar

0 Komentar