Wamenag Buka MTQ ke-40 Sumut, Momentum Rajut Persatuan, Syiar Al-Qur'an dan Peningkatan Pembinaan Qari-Qariah Berprestasi


BINJAILANGKATTODAY.COM
, Deli Serdang | Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Romo Muhammad Syafii, secara resmi membuka gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-40 tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) di Lapangan Astaka, Jalan William Iskandar, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Senin (15/6). Perhelatan keagamaan terbesar di Sumut ini dijadwalkan berlangsung selama sepuluh (10) hari, mulai 15 hingga 24 Juni 2026.

Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, Kepala Kanwil Kemenag Sumut Ahmad Qosbi, Ketua Panitia Muhammad Yasir Tanjung, serta jajaran Wali Kota, Bupati, dan Kepala Kantor Kemenag Kab/Kota se-Sumatera Utara.

Ketua Panitia MTQ ke-40 Sumut, Muhammad Yasir Tanjung, melaporkan bahwa gelaran tahun ini mengusung tema "Satu Irama Tilawah, Satu Tekad dalam Kolaborasi Sumut Berkah". Ini merupakan MTQ tingkat Provinsi pertama yang dilaksanakan pada masa kepemimpinan Gubernur Bobby Afif Nasution.


Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution S.E., M.M., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya MTQ ke-40 tingkat provinsi tersebut, termasuk jajaran Forkopimda dan Pemerintah kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

“Alhamdulillah, pada malam hari ini kita dapat melaksanakan pembukaan MTQ ke-40 Sumatera Utara. Ini adalah MTQ tingkat provinsi pertama bagi kami. Terima kasih atas seluruh dukungan dari kabupaten dan kota, para stakeholder, serta teman-teman Forkopimda semua,” ujar Gubernur.

Ia juga mengajak seluruh kepala daerah di Sumatera Utara untuk menjadikan pelaksanaan MTQ sebagai momentum memperkuat nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an harus diwujudkan melalui pelayanan publik yang prima dan berpihak kepada masyarakat.

“Bagaimana kita sebagai Pemerintah benar-benar melayani dan mendahulukan masyarakat. Tentu tidak ada yang sempurna 100 persen, pasti ada kekurangan. Namun, mari kita saling menutupi kekurangan tersebut, bukan saling membuka kekurangan. Kami di provinsi dan bapak/ibu di kabupaten/kota harus saling melengkapi, sehingga Sumatera Utara menjadi provinsi yang berkah,” katanya.

Bobby menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar seremoni, melainkan media dakwah dan bagian penting dari pembangunan karakter bangsa demi melahirkan manusia yang berakhlakul karimah.

"Momentum MTQ kali ini menjadi semakin bermakna karena bertepatan dengan menyambut Tahun Baru Islam, sebuah simbol perjalanan perubahan menuju yang lebih baik," kata Bobby. Ia juga berpesan kepada seluruh peserta untuk menjaga sportivitas dan adab, serta meminta dewan hakim untuk bertindak adil, profesional, dan amanah.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sumut juga menyampaikan adanya tradisi penghargaan dari LPTQ berupa hadiah ibadah umrah bagi para juara MTQ. Pada pelaksanaan MTQ ke-40 ini, sekitar 50 pemenang berkesempatan memperoleh penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan dedikasi dalam mensyiarkan Al-Qur’an.

Senada dengan hal tersebut, Kakanwil Kemenag Sumut Ahmad Qosbi berharap lantunan ayat suci Al-Qur'an selama acara berlangsung dapat menjadi penyejuk hati dan petunjuk jalan yang lurus bagi masyarakat, sekaligus memperkuat visi "Kolaborasi Sumut Berkah".


Ditempat yang sama, Wakil Menteri Agama RI Dr. Romo H.R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan MTQ Sumatera Utara dan menegaskan bahwa daerah ini memiliki sejarah panjang dalam melahirkan qari dan qariah berprestasi.

Ia menyebutkan, meskipun saat ini persaingan semakin ketat dengan munculnya talenta-talenta unggul dari berbagai daerah seperti Nusa Tenggara Barat (NTB), hal tersebut harus menjadi motivasi untuk meningkatkan pembinaan tilawatil Qur’an di Sumatera Utara.

“Kita bersyukur karena mereka juga saudara kita, tetapi tidak salah kalau kita menjadikan itu sebagai energi agar ke depan pembinaan tilawatil Qur’an di Sumatera Utara bisa lebih ditingkatkan,” ujar Wamenag.

Wamenag mengutip pernyataan Menteri Penerangan Budiarjo pada tahun 1970 mengenai pentingnya keseimbangan antara pembangunan lahiriah dan batiniyah (rohani) melalui jalur agama agar menghasilkan masyarakat yang bermoral, berakhlak tinggi, serta bermental kuat.

Ia juga mengajak hadirin untuk menilik kembali sejarah awal mula MTQ nasional yang pertama kali digelar pada tahun 1968 di Makassar, kemudian dilanjutkan di Bandung (1969) dan Banjarmasin (1970). Pada masa-masa tersebut, Indonesia sedang berada dalam fase pemulihan stabilitas nasional pasca-gejolak tahun 1965, di tengah situasi global Perang Dingin yang penuh ketidakpastian.

"Kita membutuhkan kehadiran suasana kebatinan yang mampu mengkonstruksi keutuhan bangsa, menyatukan elemen-elemen yang terpecah. Pada saat itulah tercetus ide penyelenggaraan MTQ untuk menularkan spirit Al-Qur'an demi kepentingan bangsa dan negara," ujar Wamenag.

Wamenag menambahkan bahwa situasi pelik tersebut serupa dengan tantangan global dan domestik saat ini di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto. Oleh karena itu, ia berharap MTQ ke-40 ini dapat menjadi media untuk merajut kembali persatuan bangsa, menjaga kondusivitas, dan melahirkan duta-duta Al-Qur'an dari Sumut yang mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.

Ia juga menyampaikan optimisme terhadap perkembangan pembinaan Al-Qur’an di Sumatera Utara, terlebih dengan kepemimpinan Gubernur Sumut saat ini yang dinilai membawa semangat kolaborasi melalui konsep “Kolaborasi Sumut Berkah”.

Sebagai bentuk motivasi bagi para peserta, Wakil Menteri Agama juga menambahkan hadiah berupa dua tiket umrah bagi para pemenang, melengkapi program hadiah umrah yang telah disiapkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“Saya juga akan menambah hadiah tiket umrah, tetapi terbatas hanya untuk dua orang saja, guna menambahi tiket umrah yang sudah diberikan oleh Gubernur Sumatera Utara. Mudah-mudahan ini menjadi keberkahan buat kita semua,” tambahnya.


Terpisah, Wakil Wali Kota Binjai sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Binjai, Hasanul Jihadi, S.H., S.Sos., M.Kn., menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tersebut menjelaskan bahwa pelaksanaan MTQ ke-40 Provinsi Sumatera Utara diharapkan tidak hanya melahirkan qari dan qariah berprestasi di tingkat nasional maupun internasional, tetapi juga menjadi wadah mempererat persaudaraan, kerukunan, serta semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan Sumatera Utara.

Untuk diketahui, sebanyak 1.109 peserta yang berasal dari 28 kafilah Kabupaten, 7 kafilah Kota, serta 3 kafilah khusus (Perguruan Tinggi, Polda Sumut, dan PTPN) dipastikan ikut berpartisipasi. Para peserta akan berkompetisi pada 8 cabang dan 25 golongan perlombaan. Hasil dari kompetisi ini nantinya akan menyaring qari dan qariah terbaik untuk didelegasikan ke ajang MTQ Nasional yang akan digelar pada September mendatang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sumut H. Surya, Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Utara beserta jajaran, Forkopimda Provinsi Sumut, Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap, Ketua LPTQ Sumut, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut, Pimpinan BUMN/BUMD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, serta para Kafilah dari seluruh Kabupaten/Kota. (RED)





Keterangan Foto : Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-40 tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) di Lapangan Astaka, Jalan William Iskandar, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. (Dok : ist)

Posting Komentar

0 Komentar