Forum Literasi dan Transformasi Digital Madrasah Digelar di Binjai, Dorong Perpustakaan Jadi Pusat Pembelajaran


BINJAILANGKATTODAY.COM/BINJAI

Penguatan budaya literasi dan transformasi digital terus didorong sebagai bagian penting dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah. Semangat tersebut mengemuka dalam Forum Penguatan Literasi dan Transformasi Digital Madrasah bertema “Membangun Ekosistem Perpustakaan Digital untuk Mendukung Budaya Membaca dan Pembelajaran”, yang digelar Rabu (19/8/2026) di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Binjai.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi PW Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Sumut dengan CV Andani Putra. Forum ini menjadi ruang strategis bagi pengelola madrasah untuk memperkuat budaya membaca sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Forum dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Binjai, Dr. H. Mustapid, MA, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Binjai, Reni Purnamasari Siahaan, S.Psi, Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kota Binjai, Dr. H. Armaya Azmi, serta Direktur CV Andani Putra, Elvin Andani, beserta jajaran staf.

Turut hadir Ketua PD PGM Indonesia Kota Binjai, Jamilah, S.Ag., MM, bersama pengurus dan anggota, Ketua Pokjawas, Bambang Suhendra, MA, beserta para Pengawas Kemenag Kota Binjai, serta Bapak/Ibu Kepala Madrasah MI, MTs, dan MA se-Kota Binjai.

Kegiatan juga diikuti para pengurus dan anggota PGM Indonesia Kota Binjai. Kehadiran tersebut menunjukkan tingginya komitmen insan madrasah untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan literasi dan pemanfaatan teknologi digital.

Dalam kegiatan itu, Kepala MIN Binjai, Ibu Mariani Br Sitepu, S.Pd, yang juga menjabat sebagai Plt. Sekretaris PW PGM Indonesia, hadir mewakili Plt. Ketua PW PGM Indonesia, Ir. Budhi Santri Kusuma, S.T., M.T., CST., IPU., ASEAN.Eng., yang berhalangan hadir.

Dalam sambutannya, Mariani br Sitepu, S.Pd mengatakan, literasi dan transformasi digital merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan pendidikan saat ini.

Menurutnya, madrasah perlu membangun ekosistem pembelajaran yang mampu mengintegrasikan budaya membaca dengan pemanfaatan teknologi secara bijak, efektif dan berkelanjutan.

“Transformasi digital bukan untuk menggantikan peran guru, tetapi menjadi sarana untuk memperkuat peran guru dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik, kreatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” ujarnya.

Ia menegaskan, perpustakaan juga tidak boleh lagi hanya dipandang sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku. Lebih dari itu, perpustakaan harus berkembang menjadi pusat sumber belajar yang mampu memberikan akses pengetahuan secara luas melalui koleksi fisik maupun digital.

“Budaya membaca harus terus kita hidupkan di madrasah. Dengan hadirnya perpustakaan digital, akses terhadap sumber pengetahuan menjadi semakin luas. Namun, teknologi tetap harus diarahkan untuk membangun karakter, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan memperkuat akhlakul karimah peserta didik,” katanya.

Mariani juga mengajak seluruh kepala madrasah dan guru agar tidak takut menghadapi perkembangan teknologi. Sebaliknya, teknologi harus dipelajari dan dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Menurutnya, guru yang literat dan melek digital akan mampu melahirkan peserta didik yang literat, kreatif, adaptif, serta siap menghadapi berbagai tantangan masa depan.


*Perkuat Kolaborasi*

Forum tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara PGM Indonesia, Kementerian Agama, madrasah dan mitra dunia usaha melalui CV Andani Putra.

Kolaborasi itu diharapkan mampu menghadirkan inovasi nyata dalam pengembangan perpustakaan digital sekaligus membangun ekosistem pembelajaran yang lebih modern dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Binjai, jajaran Kemenag, Pokjawas, Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia, serta seluruh kepala madrasah yang hadir memberikan dukungan terhadap upaya penguatan literasi dan digitalisasi pendidikan di lingkungan madrasah.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir komitmen bersama untuk menjadikan perpustakaan sebagai jantung literasi madrasah, sementara teknologi digital menjadi jembatan menuju sumber ilmu pengetahuan yang lebih luas.

Pada akhirnya, transformasi digital bukan sekadar persoalan penggunaan teknologi. Lebih jauh, transformasi tersebut menyangkut bagaimana teknologi mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, membuka akses pengetahuan seluas-luasnya, memperkuat budaya membaca, serta melahirkan generasi madrasah yang cerdas, berkarakter dan berakhlakul karimah.

Literasi menguatkan pengetahuan, digitalisasi membuka peluang, dan kolaborasi menggerakkan perubahan. (An)

Posting Komentar

0 Komentar