BINJAILANGKATTODAY.COM || Kemeriahan Lantern Festival menghiasi kota Binjai malam ini, tampak ribuan warga mengikuti pawai lampion keliling dalam rangka menyambut Zhongqiu Jie atau Festival Kue Bulan, yang meramaikan Vihara Setia Buddha yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pekan Binjai, Kecamatan Binjai Kota, Jumat (25/9).
Adapun rute dalam pawai yang digagas Yayasan Bhakti Sosial Bersama tersebut yakni, start dari dalam Vihara Setia Buddha yang berada di Jalan Jenderal Sudirman - Jalan Sutomo - Jalan T. Imam Bonjol (Makam Pahlawan) - Jalan Irian -Jalan Sudirman (Lawan arah dari depan BCA) - setelah melewati Flyover putar arah dan tetap di Jalan Sudirman - dan finish di Vihara Setia Buddha.
Diketahui, Vihara Setia Buddha merupakan Vihara tertua di Kota Binjai dan sudah ditetapkan sebagai Cagar Budaya oleh Pemerintah Kota Binjai. Vihara yang terkenal dengan sebutan Kelenteng Titi Kembar ini kerap melakukan kegiatan Bhakti sosial seperti memberikan bantuan kepada korban bencana, donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis, serta bagi bagi sembako.
Festival Kue Bulan (Zhongqiu Jie) atau lebih populer disebut Mooncake Night ini merupakan tradisi leluhur dari nenek moyang warga etnis Tionghoa yang masih terus dilestarikan sampai saat ini. Antusias warga cukup tinggi mengikuti tradisi Zhongqiu Jie. Tak hanya Binjai, warga etnis Tionghoa dari Medan, Deli Serdang dan Langkat, juga berdatangan.
Pawai lampion ini secara resmi dilepas oleh Kapolres Binjai AKBP Raden Bimo Moernanda SIK., MH. Setiap peserta pawai juga berkesempatan meraih hadiah lucky draw dengan hadiah menarik seperti sepeda motor listrik, lemari es, mesin cuci, kipas angin, kompor gas dan barang kebutuhan elektronik lainnya (hadiah hiburan).
Penasehat Yayasan Bhakti Sosial Bersama, Sugiarto, dalam sambutannya menjelaskan bahwa perayaan Mooncake Night yang digelar ini merupakan bagian dari upaya melestarikan budaya leluhur yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Dimana, dalam kalender Tionghoa setiap bulan 8 dan 15 adalah hari kebesaran sembahyang bulan.
"Kami para generasi tetap akan menjaga dan meneruskan tradisi leluhur. Supaya anak-anak cucu kami juga bisa melanjutkan dan melestarikan budaya ini kedepannya," katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Bhakti Sosial Bersama, Min Wie, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut membantu dan mendukung terselenggaranya acara pawai lampion ini dalam memperingati Festival Mooncake Night di Kota Binjai dengan sukses.
"Kegiatan ini diikuti 2.500 peserta yang masing-masing akan menggelar pawai membawa lampion berkeliling kota. Namun kami dari panitia menyediakan sekitar 3000 lampion, semoga cahaya lampion pada malam ini menjadi simbol kedamaian, kebahagiaan harapan dan kerukunan antar sesama di Kota Binjai," harapnya.
Ditempat yang sama, Kadis Pariwisata Kota Binjai, Zulfan ST., MM., mengatakan kegiatan pawai lampion ini bukan hanya sekadar perayaan meriah yang penuh warna, melainkan juga harus menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat toleransi di tengah masyarakat.
"Kota Binjai adalah kota kita bersama, perbedaan suku, budaya, agama bukanlah sebagai penghalang, melainkan kekuatan yang membuat kota ini semakin harmonis. Jadikan lah cahaya lampion malam ini sebagai simbol harapan dan semangat untuk terus menjaga kerukunan umat beragama," ujarnya. (RED)


0 Komentar