BPBD Langkat Gerak Cepat Tangani Banjir, Lakukan Penyelamatan Warga, Dirikan Dapur Umum dan Salurkan Bantuan Logistik


BINJAILANGKATTODAY.COM || Pemerintah Kabupaten Langkat melalui BPBD memastikan kebutuhan warga terdampak banjir di Kecamatan Besitang terpenuhi melalui koordinasi lintas sektor, evakuasi, penyaluran bantuan logistik, dan pelayanan kesehatan.

Berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Langkat, banjir dipicu curah hujan tinggi yang menyebabkan Sungai Besitang meluap hingga merendam sejumlah wilayah.

Hujan deras juga meningkatkan debit dan derasnya arus Sungai Salapian, sehingga mengikis tanah penyangga jembatan di Desa Ujung Teran, Kecamatan Salapian. Di Kecamatan Besitang, banjir merendam Desa Sekoci dengan ketinggian air mencapai 100–150 sentimeter, Desa Arasnapal 50–100 sentimeter, serta Kelurahan Kampung Lama 10–30 sentimeter. Sementara itu, di Kecamatan Salapian, dampak hujan deras terjadi pada tembok penahan tanah pondasi jembatan di Desa Ujung Teran.

Data sementara BPBD Langkat mencatat sebanyak 719 kepala keluarga (KK) terdampak banjir. Rinciannya, Dusun Sejambu sebanyak 220 KK, Dusun Sidodadi 240 KK, Dusun Pantai Pulau 75 KK, Dusun Suka Ramai 114 KK, dan Dusun Sekoci 70 KK. Hingga laporan disampaikan, belum terdapat korban jiwa.

Untuk mengamankan warga, pengungsian dibuka di empat lokasi, yakni Posko Dusun Sekoci dengan 40 KK, Posko Dusun Sidodadi 80 KK, Posko Dusun Suka Ramai 120 KK, dan Posko Dusun Sejambu 30 KK.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Langkat, Muhammad Ansyari, menyampaikan bahwa perkembangan tersebut diketahui dari hasil pemantauan langsung tim di lapangan. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi dan memastikan keselamatan warga terdampak.

"Pada malam hari, Tim BPBD Kabupaten Langkat bersama warga dan Kampung Rescue Desa Sekoci melakukan persiapan dan memasak kebutuhan makanan bagi warga yang mengungsi akibat banjir di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang," ujar M. Ansyari kepada Wartawan, Senin (12/10) malam.

Informasi terkini penanganan bencana banjir di Kecamatan Besitang

Lebih lanjut, saat ini BPBD Kabupaten Langkat serta BPBD Provinsi Sumatera Utara sudah menyerahkan bantuan Sembako kepada pihak Kecamatan Besitang, serta membuka Posko dapur Umum di Pengungsian Masjid Raya Besitang dengan jumlah Pengungsi ± 200 orang.

Menurutnya, kegiatan ini dilakukan untuk memastikan para pengungsi mendapatkan asupan makanan yang layak dan hangat di tengah kondisi darurat bencana. Gotong royong ini menunjukkan kepedulian dan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam saling mendukung di saat-saat sulit.

"Sekitar 200 warga Kelurahan Kampung Lama mengungsi di Masjid Raya Besitang, yang berada di depan Puskesmas Besitang. Sementara itu, sekitar 70 warga Desa Sekoci mengungsi di madrasah di Dusun Sekoci. Berdasarkan hasil pantauan tim BPBD Langkat pada Senin (12/10) sore, ketinggian air di Desa Sekoci mulai surut," jelasnya.

Dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD Langkat berkoordinasi dengan pihak Kecamatan, Pemerintah Desa, dan masyarakat untuk melakukan evakuasi, pendataan dampak bencana, serta penyaluran bantuan logistik. Personel juga disiagakan di Posko Pusdalops untuk memantau perkembangan situasi dan mendukung koordinasi antarinstansi.

Dukungan logistik telah disalurkan secara bertahap. Pada Minggu (11/10), tim BPBD Langkat memberikan bantuan berupa 10 kotak mi instan, sembilan karung beras, dan satu kotak minyak goreng untuk para pengungsi di Kecamatan Besitang. Pada Senin (12/10), tim BPBD kembali menyalurkan bantuan secara terpisah berupa 50 karung beras dan 50 kotak mi instan untuk pengungsi di Besitang.

Pada hari yang sama, bantuan logistik dari Dinas Sosial juga diserahkan kepada Camat Besitang. Bantuan tersebut terdiri atas 30 karung beras masing-masing seberat 10 kilogram, 30 kotak mi instan, 30 papan telur, 150 paket pakaian anak, 100 stel pakaian bayi, 200 potong pakaian dewasa, 75 selimut, 30 paket family kit, 30 paket kidsware, dua kotak makanan anak, tiga kotak makanan siap saji, 10 tenda gulung, dan dua unit tenda prisma.

Selain bantuan logistik, pelayanan kesehatan juga diberikan kepada warga terdampak. Puskesmas Besitang mengerahkan tenaga kesehatan untuk melakukan pemeriksaan secara bergerak (mobile) di sejumlah lokasi pengungsian, termasuk Masjid Raya Besitang dan Madrasah di Desa Sekoci.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, keluhan kesehatan yang paling banyak ditemukan adalah batuk dan pilek. Namun, pelayanan kesehatan di Desa Sekoci masih menghadapi kendala distribusi obat karena akses jalan belum dapat dilalui akibat banjir. Untuk sementara, bidan Pustu yang bertugas di wilayah tersebut menggunakan persediaan obat yang tersedia di rumahnya.

Sebagian tenaga kesehatan di Besitang juga turut terdampak banjir. Meski demikian, pelayanan kepada masyarakat tetap diupayakan melalui pembagian tugas antara tenaga kesehatan di lapangan dan Puskesmas Besitang yang beroperasi selama 24 jam.

Pemerintah Kabupaten Langkat melalui BPBD, Dinas Sosial, jajaran Kecamatan dan Desa, serta tenaga kesehatan terus bersinergi untuk memastikan keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak hingga kondisi berangsur pulih. (RED)

Keterangan Foto : Tim Pusdalops-PB BPBD Langkat saat mengevakuasi (penyelamatan) warga yang terkena bencana alam banjir di Desa Sekoci Kecamatan Besitang. (Dok : ist)

Posting Komentar

0 Komentar