![]() |
| seorang pria yang diduga Jonatan Tarigan terlihat mengenakan topi hitam dan baju merah berada sekitar 100 meter dari lokasi massa menyampaikan aspirasi di sekitar Mapolda Sumatera Utara, Rabu (7/10) |
BINJAILANGKATTODAY.COM
Aksi massa yang memprotes keberadaan tempat hiburan malam (THM) di wilayah Langkat dan berlangsung di sekitar Mapolda Sumatera Utara, Rabu (7/10), menuai sorotan. Keberadaan anggota DPRD Sumut, Jonatan Tarigan, di sekitar lokasi aksi turut menjadi perhatian dan memunculkan pertanyaan mengenai dugaan keterlibatannya dalam kegiatan tersebut.
Pantauan di lapangan, seorang pria yang diduga Jonatan Tarigan terlihat mengenakan topi hitam dan baju merah berada sekitar 100 meter dari lokasi massa menyampaikan aspirasi.
Pria tersebut disebut menggunakan mobil BK 1592 LAG dan sempat berada di salah satu gerai retail modern di seberang Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja.
Di lokasi yang sama, seorang pria yang mengaku sebagai awak media terlihat mengambil dokumentasi aksi massa. Setelah itu, pria tersebut disebut-sebut dijemput oleh Jonatan Tarigan.
![]() |
| Aksi massa yang memprotes keberadaan tempat hiburan malam (THM) di wilayah Langkat dan berlangsung di sekitar Mapolda Sumatera Utara, Rabu (7/10). |
Kehadiran legislator dari daerah pemilihan yang meliputi Kota Binjai dan Kabupaten Langkat itu kemudian menimbulkan pertanyaan di kalangan mahasiswa dan masyarakat.
Aldo Tarigan, mahasiswa PB IMBISU (Pengurus Besar Mahasiswa Binjai Sumatera Utara), meminta Jonatan Tarigan memberikan penjelasan secara terbuka mengenai keberadaannya di sekitar lokasi aksi.
“Kita sebagai mahasiswa mempertanyakan sejauh mana keterlibatan Jonatan Tarigan dalam aksi yang diklaim sebagai bentuk aspirasi masyarakat terkait persoalan THM di Langkat,” kata Aldo.
Menurutnya, posisi Jonatan sebagai anggota DPRD Sumut membuat keberadaannya di sekitar aksi perlu dijelaskan agar tidak menimbulkan spekulasi.
“Keberadaannya itu menimbulkan spekulasi liar dan kita minta untuk memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat,” ujarnya.
Isu Persaingan Bisnis THM
Di tengah sorotan terhadap aksi tersebut, muncul pula informasi yang mengaitkan persoalan THM dengan dugaan persaingan bisnis tempat hiburan malam.
Jonatan Tarigan disebut-sebut merupakan anak dari seorang berinisial ST, yang dikenal sebagai salah satu pimpinan organisasi kemasyarakatan di Sumatera Utara.
ST juga disebut tengah membangun kembali sebuah tempat hiburan malam di kawasan Desa Namurobe Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.
Sebelumnya, di kawasan tersebut berdiri THM Marcopolo yang kemudian dirobohkan tim Forkopimda Sumatera Utara.
Kini, di lokasi yang sama disebut kembali berdiri bangunan THM baru. Informasi yang dihimpun menyebutkan pembangunan bangunan tersebut telah mencapai sekitar 90 persen dan direncanakan diluncurkan pada malam pergantian tahun menuju 2027.
Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti siapa pemilik maupun pengelola bangunan THM tersebut. Informasi mengenai keterkaitan ST sebagai pihak yang akan mengelola tempat itu juga belum memperoleh konfirmasi resmi.
Munculnya informasi tersebut kemudian memunculkan spekulasi di tengah masyarakat bahwa aksi massa terkait THM di Langkat diduga tidak hanya berkaitan dengan persoalan kepentingan publik, tetapi juga berpotensi bersinggungan dengan kepentingan bisnis.
Belum Beri Tanggapan
Hingga berita ini diturunkan, Jonatan Tarigan belum memberikan jawaban atas konfirmasi wartawan mengenai dugaan keterlibatannya dalam aksi massa tersebut.
Konfirmasi juga telah disampaikan kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Rapidin Simbolon, untuk meminta tanggapan partai terkait keberadaan Jonatan Tarigan di sekitar lokasi aksi.
Pertanyaan yang diajukan antara lain mengenai dugaan koordinasi aksi, sikap partai terhadap dugaan pengerahan atau monitoring massa, isu yang dikaitkan dengan Jonatan Tarigan, serta apakah selama menjadi anggota DPRD Sumut yang bersangkutan pernah menghadapi persoalan internal partai.
Konfirmasi tersebut dilakukan sebagai upaya memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan. Sampai berita ini dipublikasikan, baik Jonatan Tarigan maupun Rapidin Simbolon belum memberikan tanggapan.(Blt1)


0 Komentar