![]() |
| PELANTIKAN SMSI BINJAI : Prosesi pelantikan pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Binjai periode 2026–2029, di Pendopo Umar Baki, Rabu (21/10/2026) |
BINJAILANGKATTODAY.COM/Binjai
Di tengah derasnya arus informasi digital dan persaingan industri media yang semakin ketat, keberadaan pers profesional dan independen menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat. Media tidak hanya dituntut menyajikan berita secara cepat, tetapi juga harus mampu menjaga akurasi, mengungkap fakta, serta mengawasi jalannya pemerintahan tanpa kehilangan integritas jurnalistik.
Tantangan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Binjai setelah kepengurusan periode 2026–2029 resmi dilantik di Pendopo Umar Baki, Rabu (21/10/2026), menyusul pelaksanaan Musyawarah I SMSI Kota Binjai.
Dalam musyawarah tersebut, Siswanto Ihsan, SE, kembali dipercaya memimpin SMSI Kota Binjai untuk periode kedua setelah terpilih secara aklamasi.
Pelantikan dipimpin Ketua SMSI Sumatera Utara, Erris J. Napitupulu, didampingi Sekretaris M. Agus Utama dan dipandu Kabid Organisasi Benny Pasaribu. Prosesi berlangsung melalui pembacaan naskah pelantikan, penyerahan surat keputusan (SK), AD/ART organisasi, serta bendera pataka.
Pergantian periode ini sekaligus menjadi momentum bagi SMSI Binjai untuk memperkuat peran organisasi dalam membangun ekosistem pers yang sehat, meningkatkan kualitas perusahaan media, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap produk jurnalistik.
Mewakili Wali Kota Binjai Drs. Amir Hamzah, M.AP, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Gloria Sinulingga, S.Pd., M.Pd., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus SMSI Kota Binjai yang baru dilantik.
Gloria berharap kepengurusan baru mampu memperkuat profesionalisme perusahaan media serta mendorong insan pers semakin bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Menurutnya, kemajuan teknologi informasi memberikan kemudahan dalam penyebaran berita. Namun, perkembangan tersebut juga diikuti berbagai persoalan, mulai dari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga informasi yang beredar tanpa melalui verifikasi memadai.
“Untuk itu diharapkan SMSI mampu mendorong pengelolaan media yang profesional, kredibel, dan bertanggung jawab,” ujar Gloria.
Ia menekankan tiga hal yang perlu menjadi perhatian SMSI Kota Binjai, yakni meningkatkan profesionalisme perusahaan media dan wartawan, memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah dalam menyebarluaskan informasi pembangunan dan pelayanan publik, serta meningkatkan literasi digital masyarakat.
Gloria juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Binjai terbuka terhadap sinergi dan komunikasi konstruktif dengan insan pers. Kritik dan masukan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Ia berharap hubungan antara pemerintah dan pers semakin solid dalam mendukung pembangunan Kota Binjai yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Meski demikian, hubungan kemitraan tersebut harus tetap menempatkan independensi pers sebagai prinsip utama. Media tidak boleh kehilangan ruang kritis hanya karena menjalin komunikasi dengan pemerintah. Sebaliknya, kemitraan yang sehat justru membuka kesempatan bagi dialog, evaluasi, dan penyelesaian persoalan publik secara terbuka.
Erris Napitupulu Ingatkan Fungsi Kontrol Sosial
Ketua SMSI Sumatera Utara, Erris J. Napitupulu, mengingatkan pengurus SMSI Kota Binjai agar menjaga kekompakan organisasi dan mengambil bagian dalam mendorong kemajuan daerah.
Ia menyatakan bahwa pers dapat berkontribusi terhadap pembangunan melalui pemberitaan yang konstruktif, sekaligus tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan pemerintah.
“SMSI harus berperan dalam mendorong kemajuan dan pembangunan bersama jajaran Pemko Binjai. Boleh kritik, tapi membangun dan jangan menghakimi, karena itu bukan tugas kita. Tugas kita sebagai media adalah sosial kontrol,” jelas Erris.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi pentingnya kritik yang disampaikan berdasarkan fakta dan kepentingan masyarakat. Dalam praktik jurnalistik, kritik bukanlah bentuk permusuhan terhadap pemerintah, melainkan bagian dari upaya memastikan kebijakan publik berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat bagi warga.
Pers juga memiliki tanggung jawab untuk mengangkat persoalan yang membutuhkan perhatian, termasuk ketika terdapat kebijakan atau pelayanan publik yang perlu dievaluasi. Dalam menjalankan tugas tersebut, wartawan wajib menjaga keberimbangan, melakukan verifikasi, dan memberikan kesempatan kepada pihak terkait untuk menyampaikan penjelasan.
Erris turut menyinggung sejarah berdirinya SMSI pada 2017 yang diprakarsai sejumlah tokoh pers, termasuk Firdaus yang kini menjabat Ketua Umum SMSI. Ia menyebut SMSI sebagai anak kandung PWI yang berkembang dalam perjalanan organisasi pers nasional.
Karena itu, soliditas organisasi dan peningkatan kualitas perusahaan media dinilai menjadi modal penting bagi SMSI untuk memperluas kontribusi dalam kehidupan pers dan pembangunan daerah.
Siswanto Hadapi Tantangan Industri Media
Ketua SMSI Kota Binjai terpilih, Siswanto Ihsan, SE, menyampaikan terima kasih kepada jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Binjai atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Apresiasi juga disampaikannya kepada Ketua Panitia Pelantikan, Linda Herdiana Br Sitompul, yang akrab disapa Bunda Linda, beserta seluruh pihak yang turut menyukseskan acara.
Memasuki periode kepemimpinan kedua, Siswanto dihadapkan pada dinamika industri media siber yang terus berubah. Persaingan antarperusahaan media semakin ketat, sementara tuntutan publik terhadap kualitas berita, kecepatan informasi, dan kredibilitas pemberitaan semakin tinggi.
Kondisi tersebut menuntut organisasi untuk tidak hanya memperkuat struktur kepengurusan, tetapi juga menghadirkan program yang mampu meningkatkan kapasitas anggota dan menjaga keberlangsungan perusahaan pers.
Profesionalisme, independensi pemberitaan, peningkatan kualitas jurnalistik, serta pemberantasan hoaks dan disinformasi menjadi sejumlah tantangan yang perlu dijawab melalui langkah konkret.
Di tengah persaingan mengejar jumlah pembaca dan popularitas berita, media tetap harus menempatkan kebenaran informasi di atas kepentingan mengejar perhatian publik. Kepercayaan masyarakat tidak dapat dibangun hanya melalui berita yang ramai dibicarakan, melainkan melalui konsistensi dalam menyampaikan fakta secara akurat dan bertanggung jawab.
Dalam sambutannya, Siswanto turut memaparkan sejumlah kegiatan yang telah dijalankan SMSI Kota Binjai pada periode sebelumnya.
Di bidang olahraga, SMSI Binjai berkolaborasi dengan SMSI Sumut dan SMSI Pusat melalui keikutsertaan dalam berbagai kompetisi, antara lain sepak bola, bola voli, futsal, tinju amatir dan nasional, hingga mixed martial arts (MMA).
Tim sepak bola SMSI Binjai bersama SMSI Sumut dan SMSI Pusat juga baru-baru ini mengikuti Turnamen Presiden Cup 2026 di Yogyakarta.
Selain kegiatan olahraga, pada periode 2021–2026 SMSI Binjai turut membentuk Lembaga Pendidikan (Lemdik) TPQ Al Ihsan di wilayah Binjai–Langkat yang disebut masih berjalan hingga saat ini.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi memperluas kontribusi di luar kegiatan jurnalistik, khususnya melalui pembinaan olahraga dan pendidikan keagamaan.
Ke depan, keberlanjutan program dan dampak yang dihasilkan bagi masyarakat menjadi hal penting untuk diperhatikan. Organisasi yang berkembang tidak hanya ditandai oleh banyaknya agenda kegiatan, tetapi juga oleh manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Susunan Pengurus SMSI Binjai Periode 2026–2029
Kepengurusan SMSI Kota Binjai periode 2026–2029 dipimpin Siswanto Ihsan, SE, dengan Muhamad Irsan Sikumbang sebagai sekretaris dan Raihan Hasanain sebagai bendahara. Zainal Fahri Harahap, SE, menjabat wakil sekretaris, sedangkan Zainal Abidin Nasution, SH, dipercaya sebagai wakil ketua.
Pada bidang organisasi, Misno menangani bidang pendidikan, Reza Fadli Ibrahim Lubis, SH, mengemban bidang organisasi, dan Muhammad Afandi bertugas di bidang hubungan antarlembaga. Sementara itu, Wardika Ariandi dan Novi Dahlia mengisi bidang hubungan masyarakat.
Jajaran penasihat terdiri atas Linda Herdiana Br Sitompul, Aulia, Ferdy Yupa, dan Sures. Adapun Andro Oki, SH, MH, serta Dedi Susanto, SH, MH, dipercaya sebagai penasihat hukum.
Pelantikan turut dihadiri Penasihat SMSI Sumut Ronny Purba, Wakil Sekretaris SMSI Sumut Ayu Kesuma Ningtyas, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Binjai Drs. Ruslianto, Ketua PWI Binjai Arma Delisa Budi, serta perwakilan BNNK Binjai, Suryawan, selaku Kepala Bagian Umum.
Hadir pula perwakilan Kodim 0203/Langkat, Polres Binjai, Subdenpom I/5-2 Binjai, Brimob Polda Sumatera Utara, organisasi kemasyarakatan, jurnalis, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda.
Kredibilitas Pers Diuji Lewat Kerja Nyata
Pelantikan pengurus SMSI Kota Binjai periode 2026–2029 menandai dimulainya tanggung jawab baru bagi seluruh jajaran organisasi. Tantangan yang dihadapi bukan hanya mempertahankan eksistensi organisasi, melainkan juga memastikan perusahaan media mampu tumbuh tanpa mengorbankan prinsip-prinsip jurnalistik.
Di tengah perubahan lanskap informasi, masyarakat membutuhkan media yang mampu membedakan fakta dari kabar yang belum teruji. Pemerintah pun membutuhkan ruang komunikasi yang terbuka, termasuk untuk menerima kritik yang dapat menjadi bahan perbaikan kebijakan.
Keduanya hanya dapat berjalan seimbang apabila pers tetap independen, pemerintah menghormati kebebasan jurnalistik, dan seluruh pihak mengutamakan kepentingan publik.
Bagi SMSI Binjai, periode baru ini semestinya menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa organisasi pers bukan sekadar wadah profesi, melainkan juga bagian dari kekuatan masyarakat dalam menjaga keterbukaan informasi dan mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
Ujian sesungguhnya tidak berhenti pada suksesnya pelantikan atau tersusunnya kepengurusan. Ukurannya terletak pada keberanian menyuarakan fakta, ketelitian menjaga akurasi, serta konsistensi mengawal persoalan masyarakat hingga memperoleh perhatian dan penyelesaian.
Sebab, nilai sebuah media pada akhirnya tidak ditentukan oleh seberapa dekat hubungannya dengan pemegang kekuasaan, melainkan oleh seberapa besar kepercayaan yang diberikan masyarakat terhadap informasi yang disajikannya.(Red)

0 Komentar