Munas VII APTIKOM 2026, Relita Buaton Dorong Pengembangan AI Berbasis Nilai Kemanusiaan


BLT.COM/YOGYAKARTA

Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Kaputama Binjai, Dr. Relita Buaton, ST, M.Kom, menegaskan pentingnya menjadikan nilai-nilai kemanusiaan sebagai landasan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pengembangan pendidikan tinggi informatika di Indonesia.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) 2026 di Yogyakarta, yang berlangsung pada 8–10 Oktober 2026.

Relita hadir bersama Dr. Akim Manaor Pardede, ST, M.Kom, sebagai perwakilan STMIK Kaputama Binjai. Kegiatan yang diselenggarakan melalui kolaborasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) dan APTIKOM tersebut dipusatkan di Sahid Raya Hotel & Convention serta Kampus III Gedung Bonaventura UAJY.

Menurut Relita, Munas VII APTIKOM menjadi momentum penting bagi para pimpinan perguruan tinggi, dosen, akademisi, dan praktisi teknologi informasi untuk bertukar pengetahuan, memperluas kerja sama, serta merumuskan strategi pengembangan pendidikan tinggi yang sesuai dengan tantangan zaman.

“Pertemuan ini tentunya sangat berguna bagi kami karena di sini kita bisa saling bertukar ilmu sekaligus berdiskusi untuk kemajuan bangsa dan negara, khususnya dalam bidang pendidikan,” ujar Relita saat dikonfirmasi pada Jumat (9/10).

Ia berharap forum nasional tersebut mampu melahirkan gagasan dan keputusan strategis yang memberikan dampak nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi informatika dan komputer di Indonesia.

Sebagai salah satu perguruan tinggi yang telah lama berkiprah di Kota Binjai, STMIK Kaputama, lanjutnya, berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Relita juga menilai perkembangan AI harus diimbangi dengan tanggung jawab, etika, serta kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Dengan demikian, teknologi tidak hanya menjadi sarana meningkatkan efisiensi dan daya saing, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“STMIK Kaputama tentunya menekankan peran penting pendidikan tinggi informatika dalam merespons perkembangan kecerdasan buatan (AI) dengan tetap menjadikan nilai-nilai kemanusiaan sebagai landasan pemanfaatan teknologi demi mewujudkan Indonesia Emas 2045. Semoga APTIKOM tetap jaya,” katanya.

Ia turut berharap seluruh rangkaian Munas VII APTIKOM berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang memperkuat sinergi antarperguruan tinggi, sehingga pendidikan informatika nasional semakin berkualitas dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja serta perkembangan industri digital.

Relita menambahkan, keikutsertaannya bersama Akim Manaor Pardede dalam kegiatan tersebut telah mendapat izin dari Pembina Yayasan PTIM, Dr. Parlindungan Purba, MM, serta Ketua Yayasan, Drs. Irwanto Tampubolon, M.Pd.

Dalam kesempatan itu, Relita dan Akim juga menyampaikan selamat kepada Prof. Husni Teja Sukmana yang terpilih sebagai Ketua Umum APTIKOM periode 2026–2030 serta Prof. Adiwijaya sebagai Sekretaris Jenderal. Keduanya turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Umum APTIKOM sebelumnya, Prof. Dr. rer. nat. Achmad Benny Mutiara, S.Si., S.Kom., atas dedikasinya dalam memajukan pendidikan di Indonesia.

Munas VII APTIKOM 2026 mengusung tema “Transforming Higher Education in Informatics in the Era of Artificial Intelligence: Advancing Impact-Driven Campuses and Research Downstreaming for Competitive Human Resources in Indonesia.”

Forum tersebut diikuti sekitar 1.152 peserta dari berbagai perguruan tinggi dan institusi terkait di seluruh Indonesia. Sejumlah agenda digelar, antara lain musyawarah nasional dan pemilihan pengurus periode 2026–2030, konferensi dan seminar, klinik dan lokakarya, serta kompetisi nasional.

Pembukaan kegiatan pada Kamis (8/10) dihadiri Rektor UAJY Dr. G. Sri Nurhartanto, SH., LL.M., Ketua Umum APTIKOM periode sebelumnya Prof. Achmad Benny Mutiara, Kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi, perwakilan pemerintah, pengurus APTIKOM, dan mitra industri.

Melalui partisipasi dalam forum nasional ini, STMIK Kaputama berharap dapat terus memperkuat kontribusi dalam pengembangan pendidikan informatika yang adaptif terhadap kemajuan teknologi, berdaya saing, dan tetap berorientasi pada kepentingan manusia. (Red)

Posting Komentar

0 Komentar